Selasa, 26 April 2011

rabu, 27 april 2011

Untaian katamu ternyata palsu

Janji indah telah kau ingkari

Untuk terus menjadi sahabatku

Tahukah kau sobat

Bahwa segala luka yang menyobek hatimu

Dapat juga ku rasakan dan menusuk jiwaku

Bahwa darah yang menetes dari luka itu

Seiring air mata yang mengalir di pipiku

Sadarkah kau sobat???

Bahwa kepedihan yang selalu tampak di wajahmu

Adalah mimpi terburuk yang membebaniku

Bahwa sikap dinginmu untukku

Adalah pedang yang terus menghujam dadaku

Dulu secercah tawamu yang indah

Selalu menggelitik jiwaku untuk tersenyum

Tapi kini semua tlah berubah

Dan bukan lagi kebahagiaan

Yang mampu kau berikan padaku

Karena sahabat

Kau khianati aku

k au cemari ikatan kita

Kau dengan mudah melepas jemariku

Padahal kau melihat aku

Rapuh tanpa kau di sampingku

Mengapa kau rusak hubungan ini

Kawan

Engkau telah mengisi hari hari ku

Dengan canda tawamu

Nampak wajahmu ceria nan rupawan

kawan……

begitu bertartinya kau dalam hidup ini serasa hampa jika kau tak disisi

Kumelangkah tanpamu disampingku

Serasa diruang tak berpenghuni

Walau kuberada dikeramaian

Rasa linglung jika kau tak menemani

Tak tahu berbuat apa

Tanpamu disisi

Kawan…….

Kaulah tempat curahanku

Tempat curahan dari segala gundahku

Kapanpun dimanapun bagaimanapun

Dalam keadaan apapun

kau….selalu ada untukku

Selalu ada disetiap kubutuh

Kawan

begitu besar jasamu

Kata terimakasih tak cukup membalas jasamu

Kawan

Betapa besar jasamu

Tak dapat diungkap dengan kata

Andaikan air laut sebagai tinta

Bahkan seisi bumipun tak cukup sebagai tinta

Untuk menuliskan jasamu

Kawan

Kuingin selalu bersamamu

Rasa tak ingin kulalui waktu tanpamu

maaf kan aku kawan yang tak sempurna untukmu..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar